jika kamu sedang berada di Langkat tepatnya berada di pangkalan susu kamu wajib mengunjungi Tempat yang indah sekaligus untuk menikmati indahnya Sunset di pulau itu, ya pulau itu Bernama pulau kampai.
Pulau kampai dapat menjadi sarana bagi kamu yang ingin Mengenal sejarah dan kehidupan Nelayan di pesisir selat malaka.
Sebelum lanjut yuk kita kenali dulu sejarah dan gambaran umum mengenai Kecamatan pangkalan susu
Bahwa secara terperinci dan mendetail. Sejarah kelahiran dan pertumbuhan maupun perkembangan Kecamatan pangkalan Susu tidak di peroleh dengan pasti, namun berdasarkan keterangan yang di kumpul di peroleh dari para orang tua (M.Jali Hg dan Ramli) dapat di kumpulkan keterangan-keterangan yang di anggap cukup memadai untuk menjadi catatan. Lebih kurang dari 1890 dalam suatu suasana masih hutan semak belukar dan kegiatan pemerentahan tunduk sultan Langkat di Tanjung Pura, seorang yang bernama Tengku Nyak Pekan, telah membuka hutan di kampung Sei Bemban (sekarang Pulau Kampai), selain menanam lada dan menanam potensi pertanian lainnya. Merasa perlu memperluas areal pertaniannya maka Tengku Nyak Pekan bersama keluaganya membuka hutan pula di Pangkalan Soesoe, sehingga akhirnya area pertanian diwarnai dengan tumbuhnya pohon lada yang cukup banyak.
Pada tahun 1917, oleh Sultan Langkat maka salah satu anak Tengku Nyak Pekan yang bernama Kobat, diangkat menjadi Petua dan mengepalai daerah Pangkalan Soesoe. Dalam Perkembangannya, maka Pangkalan Soesoe mulai didatangi para pendatang dari pesisir/luar untuk mencoba berusaha dibidang pertanian. Pada saat itu belum ada perhubungan darat sehinga para pendatang menyelusuri laut dan pantai untuk membuka hutan yang masih belum di jamah. Perahu-perahu dan sagor (sampan) mereka ikatkan di sebuah pohon yang rindang ditepi pantai, selanjutnya lokasi penambatan perahu ini mereka sebut dengan PANGKALAN dan pohon rindang tempat diikatnya dan ditambatkanya sagor trsebut mereka namakan.
Hari demi hari jumlah pendatang semakin banyak untuk membuka hutan sebagai lahan pertanian. Menurut cerita baik oleh Pemerintah Belanda maupun masyarakat setempat sendiri, menyebut SOERSOER merasa agak sulit sehingga sering terucap menjadi SOESOE. Pada
akhirnya oleh Pemerintah Belanda ditetapkan menjadi
saat sekarang ini. Pada bagian lain di Pangkalan Brandan pada saat itu berkedudukan seorang Controlleur yang membawahi 4 (empat) orang Datuk beserta daerahnya Yaitu :
1. datuk Pekan Pangkalan Brandan
2. Datuk Lepan
3. Datuk Besitang/Pangkalan Susu
4. Datuk Pulau Kampai
Setelah Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945,di hapuskanlah Pemerentahan Swa Praja atau Zeltbestuur yang diperrintah oleh Sultan/Raja-Raja di Kerisidenan Sumatera Timur, termasuk di Pangkalan Susu. Disusunlah pemerintahan sipil di Wilayah Kerisidenan Sumatera Timur yang terdiri dari 6 (enam) Kabupaten Langkat dengan Bupatinya bernama Bapak Alm. Adnan Noer Lubis, di resmikan tepatnya tanggal 12 April 1946. dengan di bentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka dihapuslah Kerisidenan Sumatera timur dan menetapkan penjabat Pimpinan pemerentahan disemua Kabupaten temasuk kabupaten langkat yang berkedudukan di Binjai dengan membawahi 3 (tiga) Kewedanan termasuk didalamnya Kecamatan Pangkalan Susu sebagai bahagian dari kecamatan dikewedanaan Teluk Haru sehingga dengan demikian dapatlah dianggap bahwa kehadiran dan tumbuhnya Kecamatan Pangkalan Susu dimulai pada saat tersebut diatas.
Pulau kampai pernah jadi pusat perniagaan sriwijaya, pulau Kampai yang terletak di Kabupaten Langkat, Sumut diyakini pernah maju dan berkembang pada periode akhir Kerajaan Sriwijaya dalam upaya pengembangan perniagaan antara daerah-daerah di Sumatera. Arkeolog dari Balai Arkeologi Medan (Balar), Ery Soedewo mengatakan Pulau Kampai sangat besar kemungkinannya pernah sebagai jalur dan bandar niaga dari abad ke-8 hingga 10 Masehi. Dugaan itu ditandai oleh posisinya yang berhadapan langsung dengan “jalur maritim Sutra” di Selat Malaka yang diperkuat oleh sebaran artefak yang banyak ditemui dipermukaan, hingga saat ini juga belum dapat dipastikan apakah di Pulau Kampai terdapat kerajaan secara politik kecuali sebagai bandar ataupun jalur perniagaan.
Kemudahan Lokasi Perjalanan
Untuk dapat sampai menuju pulau kampai, Kamu dapat mengambil Rute dari kota Medan ke pangkalan susu yang menghabiskan waktu 5 jam perjalanan, Tentunya untuk dapat tiba di pulau kampai kamu harus menyebrang dengan menggunakan Kapal atau Speedboat.
What To Do
Menikmati pesisir pantai yang berpasir putih merupakan kegiatan menarik, selain itu anda dapat menghabiskan waktu menikmati suasana sunrise dan suasana sunset.
Selain itu kamu juga bisa loh langsung melihat pembuatan terasi langsung dari penduduk disana dan kamu juga bisa langsung membeli nya dari mereka. Ehmm tentunya kamu juga harus mengunjungi pantai berawe yang tidak kalah indahnya, yang terkenal akan pasir putihnya yang indah, dan tentu saja kamu akan melihat disana ada sebuah kuburan (Makam) keramat yang cukup panjang dan kuburan sang pendekar biola akan kamu temui disana yang kesemuanya dapat kamu jumpai di pulau kampai.
Bagaimana tertarik bukan untuk mengunjungi nya, siapkan beberapa bekal kamu ya disana tentu saja kamu berani bukan untuk menyebrangi lautan disana, Tenang saja kok ombaknya tidak terlalu kencang tidak akan membuat kamu mual sih.
π€
π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨
Sumber Informasi
✅ https://www.pariwisatasumut.net/2015/06/telusur-pulau-kampai-di-pangkalan-susu.html?m=1
✅ https://text-id.123dok.com/document/lq5k92gq-potensi-pulau-kampai-sebagai-daerah-tujuan-wisata-di-pangkalan-susu-kabupaten-langkat.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar